Prospek Reksa Dana Tahun 2018

Salah satu investasi yang semakin banyak diminati oleh masyarakat selain investasi emas batangan dan saham adalah Investasi Reksa Dana. Prospek Investasi Reksa Dana 2018 dapat dikatakan sangat cerah karena berdasarkan data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), total dana kelolaan (AUM) Reksa Dana terus bertumbuh hingga mencapai Rp 457.504triliun hingga tanggal 30 Desember 2017. Angka ini masih merupakan kelolaan Reksa Dana yang terbesar jika dibandingkan dengan total dana kelolaan Reksa Dana pada periode sebelumnya.
Adapun hal-hal yang menjadi peluang dan tantangan untuk prospek Investasi Reksa Dana 2018 adalah :
1. Bank Dunia merilis proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2018 yang diprediksi mengalami penguatan dibanding tahun 2017. Dikutip dari publikasi Laporan Triwulanan Perekonomian Indonesia pada situsnya, pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) riil diperkirakan menguat menjadi 5,3 persen pada 2018 dibanding tahun 2017 yang sebesar 5,1 persen. Hal ini didorong oleh kelanjutan pertumbuhan investasi yang kuat, namun berlanjut kepada pemulihan konsumsi. Resiko yang dihadapi termasuk volatilitas di pasar keuangan global dan pertumbuhan konsumsi swasta yang melambat dimana konsumsi swasta menyumbang lebih dari separuh PDB, terutama pada kuartal keempat.
2. Bank Dunia juga memperkirakan inflasi harga konsumen menjadi rata-rata 3,8 persen pada 2017, lalu melonggar menjadi 3,5 persen pada 2018 dengan pertimbangan harga makanan yang terus melemah dan rencana ketiadaan kenaikan harga energi ke depan.
3. Namun demikian, di tengah harga komoditas yang menguat dan guncangan terms-of-trade serta meningkatnya permintaan ekspor Indonesia sejalan dengan kuatnya ekonomi global, World Bank mengharapkan defisit transaksi berjalan Indonesia menyempit menjadi 1,6 persen dari PDB pada 2017. World Bank juga memperkirakan terms-of-trade turun di 2018, namun investasi tetap kuat. Namun, neraca diperkirakan melebar sedikit ke angka 1,8 persen dari PDB.
4. World Bank juga memproyeksikan defisit fiskal sebesar 2,2 persen dari PDB, sama dengan target anggaran 2018. Hal ini sejalan dengan pertimbangan makroekonomi yang lebih kuat untuk tahun 2018 dan reformasi kebijakan dan administrasi perpajakan yang sedang berjalan. Dengan target defisit fiskal 2018 di angka 2,2 persen dari PDB yang lebih rendah dari tahun-tahun sebelumnya, hal itu akan memberikan peningkatan ruang fiskal dalam jangka pendek.
5. Memasuki tahun 2018 pertumbuhan ekonomi Indonesia akan lebih baik dari tahun sebelumnya, hal ini karena faktor eksternal , yaitu membaiknya perekonomian Amerika Serikat, serta membaiknya aktifitas industri di China. Dilihat dari faktor internal dalam negeri kenaikan belanja pemerintah , adanya gelaran pilkada 2018. Dengan adanya pilkada maka terjadi peningkatan belanja secara umum, yang selanjutnya akan meningkatkan aktivitas perekonomian nasional. Dengan naiknya pertumbuhan ekonomi nasional, maka laba perusahaan – perusahaan juga ikut meningkat, terutama perusahaan yang sudah go publik. Tidak semua perusahaan publik akan mempunyai kenaikan pertumbuhan laba yang sama, sehingga diperlukan peran pengelola dana yang dapat menyeleksi perusahaan ( emiten ) yang bagus.
Selain hal tersebut diatas investor sebaiknya memperhatikan sejumlah faktor lainnya yang menjadi pertimbangan dalam berinvestasi. Faktor-faktor tersebut adalah pelaku pasar, pertimbangan tujuan investasi, waktu investasi, dan potensi resiko investasi.
Terlepas dari adanya faktor-faktor yang merupakan tantangan bagi investasi Reksa Dana seperti tersebut diatas, secara umum investasi pada Reksa Dana masih merupakan jenis investasi yang menguntungkan, karena :
1. Dana investor dikelola oleh Manajer Investasi professional
Suatu reksadana pengelolaan portofolionya dilakukan oleh Manajer Investasi berpengalaman dan profesional. Manajer Investasi ini memang memiliki keahlian dalam bidang pengelolaan dana sekaligus mempunyai koneksi pada perdagangan bursa efek dan informasi. Dengan demikian Manajer Investasi ini akan selalu dapat mencermati berbagai potensi investasi paling baik bagi para nasabah dan dapat mengambil solusi akurat demi kepentingan investasi para investornya.
2. Nyaman dan mudah
Salah satu faktor yang membuat investasi ini semakin diminati adalah karena kemudahan dan kenyamanan dalam berinvestasi. Jika Anda memutuskan untuk mempercayakan dana Anda pada reksa dana untuk dikelola oleh Manajer Investasi berpengalaman artinya Anda tak perlu lagi repot berpikir untuk memilih efek yang akan menjadi portofolio investasi Anda. Sebagai pemilik unit penyertaan reksa dana investor tetap dapat memonitor perkembangan investasi secara teratur dengan melihat nilai aktiva bersih yang diumumkan pada koran setiap harinya. Selain prospek Investasi Reksa Dana 2018 yang cerah, menanamkan modal pada reksa dana juga sangat mudah karena prosesnya yang mudah. Investor akan diberikan beberapa alternatif investasi dengan strategi yang sesuai dengan target keuntungan yang ingin didapatkan berikut potensi risikonya. Dalam investasi ini investor dapat dengan mudah memilih suatu jenis investasi atau pindah ke jenis investasi yang lain dengan disesuaikan dengan tujuan investasi Anda.
3. Memperkecil risiko investasi
Dalam investasi reksadana terdapat hal yang disebut diversifikasi atau pola pembagian resiko. Artinya, investasi Anda dalam portofolia akan disebar sehingga peluang resiko dapat lebih diminimalkan. Risiko yang terbesar akan lebih menguntungkan dengan dana atau kekayaan reksadana ditanamkan pada berbagai jenis efek. Dengan demikian resiko yang harus ditanggung oleh investor tidak sebesar bila seseorang membeli beberapa macam saham atau efek secara individu. Mempunyai satu jenis saham saja dibandingkan mempunyai beberapa jenis saham tentu resikonya akan menjadi lebih kecil, karena bila salah satu saham nilainya menurun Anda masih memiliki harapan pada nilai saham yang lain. Fasilitas penyebaran resiko atau diversifikasi ini adalah salah satu kelebihan reksadana jika dibandingkan dengan jenis investasi yang aman lainnya. Dengan modal yang dapat dikatakan kecil Anda sudah dapat berinvestasi pada berbagai jenis pasar modal. Hal ini mustahil jika dilakukan secara mandiri, karena proses diversifikasi hanya bisa dilakukan jika modal yang ditanamkan cukup besar. Jumlah modal gabungan yang besar pada investasi Reksa Dana diversifikasi investasi memungkinkan untuk dilakukan oleh manajer investasi. Reksa Dana sering dikatakan sebagai kekuatan investasi bersama karena modal dari satu investor digabungkan dengan modal dari investor yang lain sehingga kekuatan membeli tentu akan lebih besar jika dibandingkan investasi yang dilakukan hanya oleh seorang investor.
4. Harga terjangkau
Seperti yang telah disebutkan sebelumnya bahwa reksadana adalah gabungan modal dari banyak investor yang kemudian dikelola oleh manajer investasi profesional, oleh karena itu seiring dengan semakin besarnya kemampuan untuk melakukan investasi tersebut maka biaya transaksi juga akan semakin efisien. Bila dibandingkan dengan investor individu yang melakukan transaksi mandiri pada bursa biaya transaksi reksadana akan menjadi lebih rendah. Dengan demikian, selain prospek Investasi Reksa Dana 2018 yang cukup bagus, investasi ini juga cocok bagi Anda yang mempunyai modal terbatas. Dengan modal bersama pengelola investasi dapat mengumpulkan dana dalam jumlah besar sehingga dapat menyalurkannya dengan lebih ekonomis. Investasi ini memberi peluang bagi investor-investor bermodal terbatas untuk menanamkan modalnya pada pasar modal. Bayangkan, hanya dengan modal paling sedikit 100 ribu rupiah saja Anda sudah dapat membuka rekening investasi pada reksadana.
5. Informasi yang transparan
Untuk memantau profit, biaya, dan resiko secara maksimal, Unit Penyertaan harus mendapatkan informasi atau perkembangan portofolia oleh Reksa Dana secara teratur. Pengelola Reksa Dana wajib mempublikasikan Nilai Aktiva Bersih (NAB) setiap hari pada koran serta mengumumkan laporan keuangan tiap semester dan tahunah serta prospektus secara teratur sehingga investor dapat mengawasi perkembangan investasi secara kontinyu.
6. Kemudahan dalam pencairan dana
Instrumen yang sangat penting dalam investasi salah satunya adalah likuiditas. Investasi ini dapat dikatakan sangat likuid karena reksadana terbuka wajib membeli kembali Unit Penyertaannya sehingga mudah untuk dicairkan kembali serta efisien. Sebagai investor Anda dimungkinkan untuk menjual kembali kepada pengelola. Untuk memudahkan investor mengelola kasnya investor dapat mencairkan kembali Unit Penyertaannya dengan jangka waktu dan aturan sebagaimana yang telah ditetapkan.
7. Keringanan pajak
Keunggulan investasi reksadana yang terakhir adalah pajak investasi ini sangat ringan karena profit dan hasil penjualan kembali Reksa Dana Anda telah dibebankan dengan pajak final sehingga Anda mendapatkan keuntungan bersih tanpa ada potongan pajak tambahan lagi.
Dari uraian di atas, tentu Anda semakin yakin bahwa prospek Investasi Reksa Dana 2018 memang cukup menjanjikan dan merupakan sarana investasi yang mudah dilaksanakan dibandingkan hanya menabung atau menanamkan uang kita pada deposito. Modal akan semakin cepat tumbuh jika kita menanamkannya pada reksadana secara teratur. Tidak heran jika jenis investasi ini semakin populer di kalangan masyarakat, baik yang tergolong investor besar maupun kecil.